“Jangan Abaikan Aku, Jika Tak Ingin Menyesal”

Flexslider

» » » “Jangan Abaikan Aku, Jika Tak Ingin Menyesal”

Seandainya bumi yang kita pijak ini dapat berkata-kata mungkin kalimat diataslah yang akan diucapkan Mengapa bumi berkata demikian? Ini disebabkan karena terlalu sering kita mengabaikannya. Seiring dengan berkembangnya teknologi-teknologi canggih terkadang kita lupa bahkan tidak pedulii dengan keadaan bumi yang kita diami ini.
 
Sebagai contohnya, kegiatan penambangan timah di Bangka Belitung yang menyebabkan timbulnya lobang-lobang besar. Lobang-lobang ini sangat mudah ditemukan disetiap sudut daerah ini. Aktivitas penambangan ini menyebabkan hilangnya vegetasi tumbuhan yang bisa menyerap air. Selain itu juga dapat mengganggu ekosistem sehingga menjadi rusak. Ekosistem yang rusak berarti suatu ekosistem yang tidak dapat berjalan sesuai dengan fungsinya secara optimal, seperti perlindungan tanah, tata air, pengatur cuaca dan fungsi lainnya yang mengatur perlindungan lingkungan alam. 

Kerusakan yang dialami oleh Provinsi Bangka Belitung ini termasuk dalam gangguan alam yang mempunyai intensitas kerusakan berat. Ada satu lagi dampak yang disebabkan oleh penambangan timah yaitu lahan yang terdegredasi. Degredasi pada lahan bekas tambang dapat merubah sifat fisik dan kimia pada tanah, jumlah spesies baik flora/fauna serta mikroorganisme tahan mengalami penurunan yang sangat drastis. Dengan demikian lahan yang terdegredasi mempunyai struktur tanah yang kurang baik bagi pertumbuhan tanaman karena tingkat kesuburan tanah yang sangat rendah. 

Sebagai solusi untuk memperbaiki kondisi lahan yang rusak akibat kegiatan pertambangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara reklamasi dan dilanjutkan dengan kegiatan revegetasi. Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki lahan pasca penambangan. Revegetasi sendiri adalah kegiatan yang bertujuan untuk memulihkan kondisi tanah. Tapi cara ini kurang efektif karena tanaman juga kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan ekstrim. Maka cara lain untuk memperbaiki lahan bekas tambang yaitu dengan mikroorganisme.

Kendala biologi dalam memperbaiki lahan bekas tambang adalah tidak adanya penutupan vegetasi dan tidak adanya mikroorganisme potensial yang dapat diatasi dengan perbaikan kondisi tanah, pemilihan jenis pohon, dan pemanfaatan mikroriza. Maka diperlukan pemilihan spesies yang cocok dengan kondisi alam setempat. Misalnya saja sengon yang telah terbukti adaptif untuk tambang dan cepat tumbuh. Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan bekas tambang dapat dilihat dari presentasi daya tumbuhnya, presentasi penutupan tajuk, pertumbuhannya, perkembangan akar, dan penambahan spesies pada lahan tersebut. Dengan cara seperti ini, maka dapat diketahui dengan pasti sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam memperbaiki lahan bekas tambang.

Jika bumi tetap kita abaikan, sudah dapat ditebak yang akan terjadi dikemudian hari adalah banyaknya bencana alam yang melanda negeri kita ini. Dengan semakin langkannya tumbuhan, maka cadangan air menjadi berkurang. Kesadaran kita masing-masing sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan progam yang direncanakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia Hijau Kembali.

Share

You may also like

2 “Jangan Abaikan Aku, Jika Tak Ingin Menyesal”

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Indonesia hijau kembali,, progam yang perlu di ketahui semua insan di bumi pertiwi

    BalasHapus

Artikel