AKU INGIN BERTEMU CUCUMU

Flexslider

» » » AKU INGIN BERTEMU CUCUMU

Bumi yang kita pijak ini bisa dikatakan sebagai rumah kita sendiri bahkan rumah milyaran manusia, yang suatu hari nanti akan menjadi rumah bagi anak dan cucu kita. Tentu saja kita tidak ingin saat masa depan anak cucu kita nanti, rumah kita ini menjadi rusak dan tidak layak untuk dihuni lagi. 

Demi kepentingan mengeruk keuntungan besar yang semata-mata hanya untuk memperkaya segelintir golongan saja rumah kita bisa rusak. Contohnya adalah beberapa kegiatan pertambangan yang sudah sering sekali terjadi. Sudah saatnya semua pihak sepakat mendukung untuk bersama-sama mengupayakan agar lingkungan tetap stabil, agar bumi kita ini, rumah kita bersama ini, tetap indah dan tetap layak huni hingga masa yang akan datang nanti. Salah satu cara yang terpenting yaitu jika perusahaan-perusahan tambang yang ada saai ini mungkin dapat menunjukkan inovasi baru mengenai  kegiatan pertambangan yang ramah lingkungan. 

Bayangkan saja di masa yang akan datang teknologi akan semakin canggih dan jika hampir seluruh bagian bumi dijadikan tempat untuk perusahaan pertambangan, maka keberadaan hutan akan sangat jarang sekali ditemukan. Sedikitnya jumlah pohon dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen (O2) dan air sangat berkurang.   Di tahun 2065 yang akan datang saatnya cucu kita menghuni rumah kita ini. Kita tidak menginginkan anak cucu kita menjadi manusia masa depan dengan keadaan yang menyedihkan, tubuh sangat lemah, kulit pecah-pecah akibat dehidrasi, ada banyak koreng dan luka akibat terkena sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfer bumi yang semakin habis. 

Air yang menjadi barang langka dan sangat berharga, melebihi emas murni dan permata Kelak tidak akan ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan, kalaupun hujan itu sudah pasti adalah hujan asam. Perubahan iklim yang sangat rentan terjadi akibat efek rumah kaca dan polusi.

Pada masa itu cucu kita akan bertanya,  “Ibu, mengapa tidak ada air lagi sekarang? aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku, aku sangat haus.” Kita akan merasa sangat bersalah karena kita berasal dari generasi yang tidak dapat melestarikan lingkungan tetapi malah merusaknya dengan sesuka hati.

Marilah sejak dini kita mulai memikirkan masa depan bumi dan cucu kita kelak. Bumi juga ingin bertemu dengan anak cucu kita. Kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Dan ingatlah bahwa bumi ini adalah satu-satunya tempat tinggal kita. Rumah yang kita pinjam sementara dari anak cucu kita. Hijau Untuk Indonesiaku, Hijau Untuk Bumiku!

Share

  • Prev

You may also like

1 AKU INGIN BERTEMU CUCUMU

Artikel