STET

Flexslider

    Apasih GO GREEN Itu?


     Tidak perlu menjadi aktivis Greenpeace atau apapu itu untuk menjadi seorang pecinta lingkungan. Semenjak ada banyak kabar mengenai pemanasan global yang lebih terkenal dengan sebutan Global Warming ini menjadi ramai dibicarakan, tiba-tiba saja gerakan Go Green menjadi begitu sangat gencar dilakukan. Lalu apasih go green itu?
     
    Jadi, Go Green sendiri adalah sebuah gerakan peduli lingkungan yang berusaha membuat lingkungan ini tetap terjaga kehijauannya, atau dapat juga diartikan sebagai gerakan “back to basic”. Kesadaran akan kondisi lingkungan adalah modal utama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan.

    Secara umum Global warming atau pemanasan global adalah kenaikan/peningkatan  suhu rata-rata atmosfer bumi. Hal ini disebabkan oleh efek rumah kaca yang ada di bumi. Padahal, dulu efek rumah kaca sangat baik sekali bagi kehidupan manusia di bumi yaitu agar atmosfer bumi menjadi hangat dan nyaman untuk dihuni. Namun sekarang efek rumah kaca sudah dapat memberikan efek yag sebenarnya yaitu meningkatakan suhu di permukaan bumi dan mengakibatkan perubahan iklim yang sangat ekstrim. Selain itu, hal ini dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem hutan dan ekosistem lain karena mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida (CO2) di atmosfer. 

    Jadi ada beberapa prinsip yang dapat menjadi pegangan untuk dilakukan dalam gerakan Go Green. Sangat mudah dihafal dan gampang untuk diingat yaitu 4R. Mengapa harus 4R? Karena 4R berguna untuk meminimalisir hal-hal yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

    1.      Reduce atau mengurangi. Ini adalah salah satu upaya kita untuk mengurangi barang-barang ataupun material. Karena itu dapat mengurangi sampah yang dihasilkan.

    2.      Reuse atau memakai kembali. Caranya adalah dengan membeli barang yang bukan sekali pakai untuk digunakan lagi. Saat ini banyak sekali yang menciptakan barang sekali pakai, padahal itu akan menyebabkan semakin bertambahnya tumpukan sampah dari barang tersebut.

    3.      Recycle atau mendaur ulang. Banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai agar tumpukan sampah menjadi berkurang.

    4.      Replace yaitu berusaha mengganti barang-barang yang dapat merusak lingkungan dengan barang-barang yang ramah lingkungan. 


       Dengan melakukan 4R tersebut, kita dapat membantu bumi untuk meringankan beban yang di tanggungannya dan setidaknya jumlah buangan hasil akhir tidak meningkat secara drastis. Jadi, budayakan dan tetap laksanakan Go Green menjadi bagian dari kehidupan kita.

    Membela tanah air di UNP Kediri

    Semua manusia sejatinya adalah seorang pembelajar. Pernahkah anda mendengar kata – kata tersebut? Kalalu kita cermati lebih dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas, yakni pembelajar sesungguhnya seseorang yang dengan rendah hati mau untuk diajar. Hidup bukanlah semata – mata untuk diri kita sendiri. Begitu juga dengan belajar. Belajar yang baik untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan alam semesta ini.

     


    Tanpa kita sadari, sesungguhnya seorang pembelajar sangatlah mengagumkan. Maka sepantasnya kalau kemudian kita menghargai ilmu yang kita miliki. Menghargai ilmu berarti menjadi pembelajar yang baik unttuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang – orang di sekitar kita.



    Bagaimana menggunakan ilmu kita agar menjadi lebih bermakna? Bagaimana menghargai ilmu yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Memiliki ilmu? Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan ilmu yang bermakna? Tentu dengan belajar.



    Disini saya akan berbagi beberapa tips dalam menghargai Ilmu.



    1.            Mengubah Orientasi Ilmu Bukan Untuk Diri Sendiri Tetapi Untuk Orang Lain.

    Pikirkan sejenak, apakah Anda seringkali sombong dengan Ilmu yang anda miliki? Berpikir bahwa anda lebih baik dari yang lain hanya karena ilmu yang anda milki yang tak sempat dimiliki orang lain? Kalau hal itu yang selalu ada dalam pikiran anda, artinya anda tidak mengerti estetika ilmu yang sesungguhnya. Mari belajar untuk lebih rendah hati dengan ilmu yang dimiliki. Ini akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup.



    2.            Hadapkan Wajah Hanya Kepada Tuhan Yang Maha Memiliki

    Ilmu hanyalah pemberian dari Yang Maha Memberi, maka Dia – lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya kembali.



    Ada begitu banyak wadah untuk mengembangkan ilmu seorang pembelajar. Salah satunya adalah Universitas Nusantara PGRI Kediri, kampus yang terletak di Kota Kediri, yang dulunya adalah IKIP PGRI Kediri yang berganti nama, setelah mengalami kemajuan dan pertambahan mahasiswa yang semakin pesat. UNP Kediri, telah lama berdiri kokoh di dunia pendidikan dan tetap mempertahankan eksistensinya sebagai wadah peraih asa.



    UNP Kediri tidak hanya sebagai universitas yang pada umumnya hanya berfungsi sebagai wadah para siswa SMA yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi UNP Kediri merupakan Universitas berbasis dan bermutu tinggi. Sebagai wadah pengembang kreativitas yang baik.



    Di kediri banyak sekali kampus yang bermutu, tetapi UNP Kediri masih sanggup menjaga eksistensinya di dunia pendidikan, banyak sekali hambatan – hambatan yang menghadang kemajuan UNP Kediri, tetapi dengan kasih karunia Tuhan semua bisa dilalui dengan mudah. Dengan mudahnya jurusan dan dosennya yang bermutu, juga tempat perkuliahan yang strategis menjadi salah satu pilihan mahasiswa masuk UNP Kediri.



    Sebagai contoh, jurusan yang paling banyak disukai atau diminati Fakultas FKIP Penjaskesrek. Terkadang masyarakat bertanya – tanya mengapa mereka memilih jurusan ini? Mungkin para mahasiswanya memiliki tujuan bagi negara Indonesia di bidang Olahraga, atau mungkin karena hobi mereka di bidang Olahraga. Apapun alasan mereka yang pasti mereka memiliki tujuan yang baik di bidang Olahraga. Begitu juga dengan jurusan yang lain.



    UNP Kediri akan membentukmu bukan hanya dengan ilmu yang bermanfaat tetapi juga lingkungan dengan motivasi yang baik bagaimana memanfaatkan ilmu tersebut.

    PENTINGNYA HUTANKU

      

    Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan yang sangat lebat dan  tumbuhan lainnya. Kawasan semacam ini berfungsi sebagai penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting. Banyak akibat negatif dari kerusakan hutan, misalnya polusi udara akibat dari kebakaran hutan, asap yang ditimbulkan mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, air, maupun udara, perubahan iklim mikro maupun global, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, menurunnya keanekaragaman hayati. Hutan bukanlah warisan nenek moyang, tetapi pinjaman anak cucu kita yang harus dilestarikan. Jika terjadi bencana, maka dipastikan, biaya 'recovery' jauh lebih besar ketimbang melakukan pencegahan secara dini.
     
    Hutan memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia yaitu penahan dan penyaring partikel padat dari udara. Dengan adanya hutan, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses serapan. Dengan demikian hutan menyaring udara menjadi lebih bersih dan sehat untuk kita hirup.

    Jika kita tidak dapat melestarikan hutan, kita sendiri yang akan mengalami kerugian. Kerugian tersebut akan sangat merugikan jika sampai saat ini kita belum juga sadar akan pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan di bumi ini. Berikut adalah dampak dari kerusakan hutan:


    1.      KERUSAKAN LAPISAN OZON. Lapisan Ozon (O3) yang menyelimuti bumi berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet. Di tengah kerusakan hutan, meningkatnya zat-zat kimia di bumi akan dapat menimbulkan rusaknya lapisan ozon.

    2.      KEPUNAHAN SPECIES. Dengan rusaknya hutan sudah pasti keanekaragaman hayati akan mengalami kepunahan dan tidak dapat dipertahankan lagi.

    3.      BANJIR. Dalam peristiwa yang satu ini akar masalah hingga terjadinya banjir adalah karena rusaknya hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan air (cathmen area).

    4.      EFEK RUMAH KACA (GREEN HOUSE EFFECT).  Hutan mempunyai fungsi mengabsorbsi gas CO2. Berkurangnya hutan menyebabkan kenaikan gas CO2 di atmosfer. Gas ini semakin lama akan semakin banyak dan membentuk lapisan yang mempunyai sifat seperti kaca  yaitu mampu meneruskan sinar matahari. Sehingga terjadi pemanasan di permukaan bumi, dan inilah yang disebut efek rumah kaca.

    Saat kebanyakan orang ditanya tentang pentingnya penyelamatan lingkungan, secara serempak dan bersama pasti akan menjawab “YES”. Tetapi mereka belum mengerti bahwa menyelamatkan lingkungan itu tidak mudah. Mereka harus mengorbankan kesenangan mereka, contohnya tidak menggunakan pendingin ruangan, hemat listrik, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

          Jadi tidak salah jika Go Green adalah hadiah termahal yang dapat kita berikan kepada anak cucu kita. Tetap lestarikan hutan kita dan biarkan bumi tetap hijau karenanya.


    “Jangan Abaikan Aku, Jika Tak Ingin Menyesal”

    Seandainya bumi yang kita pijak ini dapat berkata-kata mungkin kalimat diataslah yang akan diucapkan Mengapa bumi berkata demikian? Ini disebabkan karena terlalu sering kita mengabaikannya. Seiring dengan berkembangnya teknologi-teknologi canggih terkadang kita lupa bahkan tidak pedulii dengan keadaan bumi yang kita diami ini.
     
    Sebagai contohnya, kegiatan penambangan timah di Bangka Belitung yang menyebabkan timbulnya lobang-lobang besar. Lobang-lobang ini sangat mudah ditemukan disetiap sudut daerah ini. Aktivitas penambangan ini menyebabkan hilangnya vegetasi tumbuhan yang bisa menyerap air. Selain itu juga dapat mengganggu ekosistem sehingga menjadi rusak. Ekosistem yang rusak berarti suatu ekosistem yang tidak dapat berjalan sesuai dengan fungsinya secara optimal, seperti perlindungan tanah, tata air, pengatur cuaca dan fungsi lainnya yang mengatur perlindungan lingkungan alam. 

    Kerusakan yang dialami oleh Provinsi Bangka Belitung ini termasuk dalam gangguan alam yang mempunyai intensitas kerusakan berat. Ada satu lagi dampak yang disebabkan oleh penambangan timah yaitu lahan yang terdegredasi. Degredasi pada lahan bekas tambang dapat merubah sifat fisik dan kimia pada tanah, jumlah spesies baik flora/fauna serta mikroorganisme tahan mengalami penurunan yang sangat drastis. Dengan demikian lahan yang terdegredasi mempunyai struktur tanah yang kurang baik bagi pertumbuhan tanaman karena tingkat kesuburan tanah yang sangat rendah. 

    Sebagai solusi untuk memperbaiki kondisi lahan yang rusak akibat kegiatan pertambangan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara reklamasi dan dilanjutkan dengan kegiatan revegetasi. Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki lahan pasca penambangan. Revegetasi sendiri adalah kegiatan yang bertujuan untuk memulihkan kondisi tanah. Tapi cara ini kurang efektif karena tanaman juga kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan ekstrim. Maka cara lain untuk memperbaiki lahan bekas tambang yaitu dengan mikroorganisme.

    Kendala biologi dalam memperbaiki lahan bekas tambang adalah tidak adanya penutupan vegetasi dan tidak adanya mikroorganisme potensial yang dapat diatasi dengan perbaikan kondisi tanah, pemilihan jenis pohon, dan pemanfaatan mikroriza. Maka diperlukan pemilihan spesies yang cocok dengan kondisi alam setempat. Misalnya saja sengon yang telah terbukti adaptif untuk tambang dan cepat tumbuh. Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan bekas tambang dapat dilihat dari presentasi daya tumbuhnya, presentasi penutupan tajuk, pertumbuhannya, perkembangan akar, dan penambahan spesies pada lahan tersebut. Dengan cara seperti ini, maka dapat diketahui dengan pasti sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam memperbaiki lahan bekas tambang.

    Jika bumi tetap kita abaikan, sudah dapat ditebak yang akan terjadi dikemudian hari adalah banyaknya bencana alam yang melanda negeri kita ini. Dengan semakin langkannya tumbuhan, maka cadangan air menjadi berkurang. Kesadaran kita masing-masing sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan progam yang direncanakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia Hijau Kembali.

    AKU INGIN BERTEMU CUCUMU

    Bumi yang kita pijak ini bisa dikatakan sebagai rumah kita sendiri bahkan rumah milyaran manusia, yang suatu hari nanti akan menjadi rumah bagi anak dan cucu kita. Tentu saja kita tidak ingin saat masa depan anak cucu kita nanti, rumah kita ini menjadi rusak dan tidak layak untuk dihuni lagi. 

    Demi kepentingan mengeruk keuntungan besar yang semata-mata hanya untuk memperkaya segelintir golongan saja rumah kita bisa rusak. Contohnya adalah beberapa kegiatan pertambangan yang sudah sering sekali terjadi. Sudah saatnya semua pihak sepakat mendukung untuk bersama-sama mengupayakan agar lingkungan tetap stabil, agar bumi kita ini, rumah kita bersama ini, tetap indah dan tetap layak huni hingga masa yang akan datang nanti. Salah satu cara yang terpenting yaitu jika perusahaan-perusahan tambang yang ada saai ini mungkin dapat menunjukkan inovasi baru mengenai  kegiatan pertambangan yang ramah lingkungan. 

    Bayangkan saja di masa yang akan datang teknologi akan semakin canggih dan jika hampir seluruh bagian bumi dijadikan tempat untuk perusahaan pertambangan, maka keberadaan hutan akan sangat jarang sekali ditemukan. Sedikitnya jumlah pohon dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen (O2) dan air sangat berkurang.   Di tahun 2065 yang akan datang saatnya cucu kita menghuni rumah kita ini. Kita tidak menginginkan anak cucu kita menjadi manusia masa depan dengan keadaan yang menyedihkan, tubuh sangat lemah, kulit pecah-pecah akibat dehidrasi, ada banyak koreng dan luka akibat terkena sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfer bumi yang semakin habis. 

    Air yang menjadi barang langka dan sangat berharga, melebihi emas murni dan permata Kelak tidak akan ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan, kalaupun hujan itu sudah pasti adalah hujan asam. Perubahan iklim yang sangat rentan terjadi akibat efek rumah kaca dan polusi.

    Pada masa itu cucu kita akan bertanya,  “Ibu, mengapa tidak ada air lagi sekarang? aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku, aku sangat haus.” Kita akan merasa sangat bersalah karena kita berasal dari generasi yang tidak dapat melestarikan lingkungan tetapi malah merusaknya dengan sesuka hati.

    Marilah sejak dini kita mulai memikirkan masa depan bumi dan cucu kita kelak. Bumi juga ingin bertemu dengan anak cucu kita. Kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Dan ingatlah bahwa bumi ini adalah satu-satunya tempat tinggal kita. Rumah yang kita pinjam sementara dari anak cucu kita. Hijau Untuk Indonesiaku, Hijau Untuk Bumiku!

Artikel